Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam I IAIN Kudus I Program Studi BKI, KPI, PMI, MD, PPI I

Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam

Menjadi Fakultas Unggul dalam Pengembangan Ilmu Dakwah dan komunikasi Islam Berbasis Islam Terapan pada level Nasional di Tahun 2024

RAMADAN: MOMENTUM BERINVESTASI NOL RISIKO

Oleh Dr. Siti Amaroh, SE, M.Si

Bulan Ramadan yang dinanti oleh seluruh umat Islam telah datang, bulan penuh kemuliaan dan keberkahan serta dimana setiap ibadah akan dilipatgandakan pahalanya. Kita perlu mengetahui keutamaan Bulan Ramadan dimana pada bulan ini dosa-dosa kita akan diampuni, pintu langit dibuka dan pintu neraka ditutup, setan dibelenggu, dan Malam Lailatul Qodar dihadirkan sebagaimana dalam Sabda Rasulullah SAW “Apabila telah datang bulan Ramadan, pintu-pintu langit dibuka, sedangkan pintu-pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim).  Pada hadits yang lain, Rasulullah SAW juga bersabda “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka akan dimpuni dosa-dosanya yang telah lalu (HR. Bukhari dan Muslim). 

Bulan Ramadan merupakan sarana untuk meningkatkan amalan-amalan dengan mengulurkan tangan membantu mereka yang kurang mampu. Kita menyisihkan sebagian kecil penghasilan kita untuk berinvestasi di jalan Allah SWT. Islam telah dengan sempurna mengajarkan kepada umatnya untuk mengurangi kesenjangan sosial ekonomi melalui instrumen amal kebajikan seperti melalui zakat, infaq, wakaf dan shadaqah. Sebagaimana dijelaskan pada hadits bahwa “Sedekah yang paling utama adalah sedekah pada bulan Ramadan (HR. Tirmidzi).  Pada hadits yang lain terdapat anjuran untuk bersedekah bahwa “Orang yang memberikan hidangan berbuka puasa kepada orang lain yang berpuasa, ia mendapatkan pahala orang tersebut tanpa sedikit saja mengurangi pahalanya” (HR. Tirmidzi). 

Allah SWT adalah penyedia semua sumber daya dan manusia hanya berperan dalam mengolah sumber daya tersebut untuk kepentingannya. Oleh karena itu maka kekayaan adalah kepercayaan Allah SWT sehingga manusia terikat kepada penyedianya. Upaya mendapatkan dan menggunakan kekayaan hendaknya diarahkan sebagai ibadah (act of worship) sebagai wujud ikhtiar untuk mencapai kehidupan yang bernilai. Kita perlu menyadari bahwa ada kehidupan yang abadi setelah kehidupan di dunia sehingga manusia perlu memiliki persiapan yang cukup. Memiliki kekayaan tentu bukan hal yang keliru asalkan dimanfaatkan secara tepat dan seimbang. Islam memberikan panduan kehidupan yang seimbang dalam membelanjakan pendapatan tidak hanya untuk kebutuhan material saja tetapi juga sosial dan spiritual untuk mencapai keberkahan hidup. 

Ramadan memberikan kesempatan kepada kita untuk mendapatkan kebaikan dan pahala. Marilah kita memanfaatkan momentum Ramadan untuk mengalokasikan pendapatan pada investasi nol risiko yang keuntungannya (pahala) telah dijanjikan oleh Allah SWT. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS. An Nahl ayat 97 “Barangsiapa mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan”. Bagi mereka yang telah secara intensif mengulurkan tangan dalam menolong sesama maka pertahankan dan tingkatkan. Bagi yang belum maka saatnya untuk memulai pada bulan Ramadan tahun ini. Semoga puasa kita tahun ini lebih baik dari puasa kita tahun-tahun sebelumnya. Amin.

Share this Post: