KHOTMIL QUR’AN BIL NADHOR DI BULAN RAMADHAN : MEMETIK HIKMAH DAN KEBERKAHAN BULAN SUCI RAMADHAN
Dalam suasana bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, mahasiswa Progran Studi (Prodi) Bimbingan Konseling Islam (BKI) menyelenggarakan kegiatan Khatmil Qura’an bil Nadhar yang terpusat di Laboratorium terpadu Prodi BKI. Kegiatan ini diinisiasi oleh Tim Pusat Layanan Konseling (PLK) Prodi BKI. Khatmil Qura’an dilaksanakan untuk tiga (3) pertemuan, dalam tiga minggu Ramadhan pertama setiap hari Kamis. Tim PLK menjadwalkan secara berurutan dengan sejumlah mahasiswa Prodi BKI, dari unsur mahasiswa yang menjadi Tim PLK, mahasiswa BKI, HMPS BKI, dan Tim BKI Kreatif. Untuk mahasiswa BKI direpresentasikan dari Kelas semester empat (4) A4, B4, dan C4, yang sedang menempuh mata kuliah Konseling Sufistik, sehingga kegiatan Khatmil Qur’an juga merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman untuk perkuliahan Konseling Sufistik.
Kegiatan ini secara langsung dibimbing oleh ibu Yuliyatun, S.Ag. M.Si, salah satu Dosen Prodi BKI dan Pembina PLK Prodi BKI. Kegiatan Khotmil Qur’an ini bertujuan untuk penguatan ruhaniyah dan penghayatan nilai spiritual relijius mahasiswa melalui interaksi langsung dengan Al-Qur’an. Khotmil Qur’an bin Nadhor adalah tradisi membaca Al-Qur’an secara langsung dengan melihat mushaf, berbeda dengan metode bil hafdzi yang mengandalkan hafalan. Dalam konteks akademik, kegiatan ini tidak sekedar membaca, tetapi juga ada nilai pembelajaran bagi mahasiswa agar terbangun kesadaran adanya makna yang tersirat pada aktivitas khatmil Quran terkait dengan pengondisian diri agar memiliki kendali diri (self control) yang baik di tengah aktivitas akademik dan pergaulan sosial..
Salah satu mahasiswa peserta Khatmil Qur’an, Ahmad Faizal Fajar, mahasiswa semester empat (4) kelas A menyebutkan bahwa khatmil Qur’an ini sangat sesuai dengan pembelajaran Konseling Sufistik yang sedang dipelajarinya dalam semester ini. Menurutnya, pembacaan ayat-ayat suci al-Quran dalam kegiatan ini bisa menjadi metode learning by doing, yakni belajar dengan mengalami langsung terkait dengan pengalaman yang dirasakan ketika melantunkan ayat suci al-Quran. Konseling sufistik adalah pendekatan konseling yang menekankan dimensi rohani dalam membantu seseorang menemukan ketenangan batin untuk dapat berpikir jernih dalam menemukan solusi atas permasalahan hidup.
Dengan mengadakan Khotmil Qur’an bin Nadhor di bulan Ramadhan, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengalaman spiritual yang mendalam tetapi juga memahami bagaimana Al-Qur’an menjadi sumber inspirasi dalam praktik konseling. Ayat-ayat yang dibaca dan direnungkan dapat memberikan wawasan lebih mendalam mengenai konsep takwa, kesabaran, serta ketenangan jiwa yang esensial dalam dunia konseling Islam.
Kegiatan Khotmil Qur’an bin Nadhor ini mulai dilaksanakan pada hari Kamis 6 Maret 2025 secara berjamaah, dimana setiap mahasiswa mendapatkan pembagian membaca secara merata untuk 30 juz dari Al-Qur’an. Demikian juga yang dilaksnakan pada sesi kedua Khatmil Qura’an, yakni pada hari Kamis, 13 dan 20 Maret 2025. Setelah sesi pembacaan selesai, dilanjutkan dengan tahlil dan ditutup dengan doa khatmil Qur’an.
Bagi mahasiswa Prodi BKI, kegiatan Khatmil Qur’an sekaligus dapat membantu memahami keterkaitan antara ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan prinsip-prinsip sufistik yang menjadi landasan dalam praktik konseling Islam. Adapun beberapa manfaat diadakannya kegiatan Khatmil Qur’an bagi mahasiswa, antara lain : dapat meningkatkan koneksi spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT; melatih mahasiswa dalam merenungi pesan-pesan ilahi yang dapat diterapkan dalam kehidupan dan praktik konseling Islam; menumbuhkan jiwa sabar dan ikhlas; dapat menjalin kebersamaan dan mempererat tali ukhuwah islamiyah di antara mahasiswa; serta membangun lingkungan yang harmonis dan relijius dalam proses belajar.
Akhirnya, apresiasi dan rasa syukur kepada Allah swt, kegiatan khatmil Quran direspon positif dan antusias oleh mahasiswa, sehingga kegiatan berlangsung khidmat dan lancar. Harapan Tim PLK kegiatan ini akan berkelanjutan di masa yang akan datang dan dapat mewujudkan lingkungan relijius kampus untuk menjadi penyeimbang aktivitas akademik mahasiswa khususnya dan seluruh civitas akademik pada umumnya di lingkungan IAIN Kudus.
Semoga kegiatan ini berkelanjutan untuk masa yang akan datang. Wallaahu a’lam bil shawab.
By: Fajar, Mahasiswa Progam Studi Bimbingan Konseling Islam IAIN Kudus.